Monday, April 9, 2012

seberkas cahaya

Ya Tuhan, aku bersyukur atas segala berkat yang Kau beri padaku selama ini. Kau menggendong ku ketika aku sulit berjalan, Kau memelukku ketika hati ku sedang resah. Kau sahabat terbaik ku, disaat tidak ada orang yang bisa mendengar ceritaku, Kau selalu bisa mendengarkannya dengan baik. Disaat orang-orang pergi dari ku, Kau selalu setia mendampingiku kemanapun itu.

Ya Tuhan, aku tau semua yang terjadi pada diriku dan apa yang terjadi pada orang-orang di sekitarku, semua itu sudah Engkau atur sedemikian rupa. Aku tahu, Kau tak mungkin memberikan kami kesedihan, Kau hanya menguji kami. Menguji apakah kami sanggup untuk hidup di dunia. Ku yakin dan percaya, di balik cobaan-cobaan yang Engkau beri, ada kebahagiaan yang menanti di depan sana. Kau sungguh adil Tuhan.

Ya Tuhan, sungguh Kau begitu pemaaf disaat orang-orang lupa akan diri-Mu. Terkadang, aku merasa sangat hina ketika aku marah dan tak dapat memaafkan seseorang tapi, disamping itu hati-Mu sungguh mulia. Seorang pembunuh pun dapat Kau maafkan dengan tulus.

Tuhan, ku yakin Kau pasti bisa membimbing ku ke dalam peluk-Mu. Kedalam kasih untuk mengasihi sesama.

Ya Tuhan, Kau sungguh menakjubkan. Terkadang apa yang kelihatan bagi ku, itu mustahil bagi ku. Tapi itu sangat mungkin bagi-Mu dan yang mungkin bagi-Mu itulah yang kami sebut dengan mujizat. Aku tahu Tuhan, mujizat itu nyata di hidupku, karena ku hidup oleh percaya..

Ya Tuhan, terkadang aku berpikir untuk dapat menjadi seperti seberkas cahaya, seberkas cahaya yang ada di dalam kegelapan. Seberkas cahaya yang mampu menerangi langkahku dan langkah orang-orang di sekitarku. Meski hanya seberkas cahaya, tapi itu bermanfaat.

Ya Tuhan, terimakasih untuk nafas yang telah Kau beri padaku hingga saat ini.